Lima Manfaat Menulis

Dr. James W. Pennebaker mengemukakan pendapatnya, kegiatan menulis setidaknya memiliki lima manfaat, yakni:

  1. Menulis menjernihkan pikiran

Menulis adalah proses produktif untuk menghasilkan tulisan. Tulisan dapat digunakan untuk mencurahkan berbagai persoalan yang membebani pikiran. Pikiran kita terkadang seperti bak yang dipenuhi air. Air itu akan meluber bila tidak disalurkan dan dikeluarkan melalui kran. Pikiran kita pun akan jernih ketika berbagai persoalan dapat dikeluarkan. Menulis merupakan salah satu kran untuk mengeluarkan pikiran tersebut.

  1. Menulis mengatasi trauma

Beberapa orang pernah mengalami trauma yang mendalam. Trauma tersebut bisa disebabkan oleh berbagai hal. Misalnya, seseorang merasa trauma saat gagal dalam usaha bisnisnya. Trauma itu akan membekas dan membayang-bayangi hidupnya. Trauma membuat seseorang tidak bisa memusatkan perhatian mereka pada pekerjaan baru yang besar. Menulis tentang trauma akan membantu dalam mengelola trauma dan dengan demikian membebaskan pikiran untuk menangani tugas-tugas lainnya.

  1. Menulis membantu dalam mendapatkan dan mengingat informasi baru

Kegiatan mencatat atau menulis dapat membantu kita mendapatkan dan mengingat kembali gagasan-gagasan baru. Menulis bisa membantu memberikan suatu kerangka yang bisa dipakai untuk memahami perspektif baru dan unik dari orang lain.

  1. Menulis membantu memecahkan masalah

Jika kita menghadapi atau sedang membahas suatu masalah maka menulis merupakan salah satu cara untuk mendapatkan pemecahannya. Salah satu alasannya adalah bahwa menulis memaksa orang untuk memusatkan perhatian lebih dalam terhadap permasalahan tersebut daripada hanya dengan memikirkannya. Karena menulis lebih lambat daripada berpikir, setiap gagasan harus dipikirkan dengan lebih terperinci.

  1. Menulis bebas membantu kita ketika kita terpaksa harus menulis

Kebanyakan orang kadang-kadang terpaksa menulis tentang sesuatu. Menulis secara formal bisa menjadi sebuah hambatan yang serius.  Setiap kalimat bisa tampak kaku, setiap kata bisa tidak kena. Menulis dengan bebas pikiran dan perasaan sebelum menulis formal bisa membebaskan kemampuan menulis kita. Bahkan, penulisan bebas bisa berguna sebagai landasan bagi sebuah rancangan kasar sebuah tulisan formal. Misalnya, kita berusaha menuangkan pikiran secara bebas dengan teknik mind mapping.

 

(Sumber:  Kusmayadi, Ismail. 2007. Menulis dengan Hati, Membangun Motivasi Menulis. Bandung: PT. Pribumi Mekar)

  • |
  • Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *