Begini Peringatan Maulid Nabi ala SD Muhammadiyah 8 Surabaya Kamis, 7 Desember 2017 22:42

klik…! New’s sdm8sby

Begini Peringatan Maulid Nabi ala SD Muhammadiyah 8 Surabaya

SURYA.co.id | SURABAYA – Pembelajaran kewirausahaan SD Muhammadiyah 8 berlangsung berbeda. Mereka tidak hanya menjajakan barang dagangan pada temannya seperti bermain. Tetapi mereka dibantu oleh empat mahasiswa asal Thailand.

Kebetulan, para mahasiswa itu sedang studi di Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya. Lalu, ikut terlibat dan berinteraksi bersama para siswa.

Renata Mulyani, siswa kelas 3 SD Muhammadiyah 8 itu bersemangat ketika menawarkan es buah, martabak, dan makanan kecil lainnya.

Dia dibantu oleh Pattamawan Dahato, mahasiswi asal Thailand yang sedang studi bahasa Inggris di UM Surabaya.

”Seru sekalian belajar bahasa Inggris,” ujar Renata didampingi Pattamawan, Kamis (7/12/2017).Mahasiswa Muslim asal Thailand hadir pada pelatihan enterpreneur di halaman sekolah SD Muhammadiyah 8 Surabaya, Kamis (7/12/2017). Selain itu acara yang dipadu dengan aksi panggung kemampuan siswa ini juga menggelar pembagian sembako gratis dan bazar sembako murah.

Mahasiswa Muslim asal Thailand hadir pada pelatihan enterpreneur di halaman sekolah SD Muhammadiyah 8 Surabaya, Kamis (7/12/2017). Selain itu acara yang dipadu dengan aksi panggung kemampuan siswa ini juga menggelar pembagian sembako gratis dan bazar sembako murah. (surya/habibur rohman)

Renata juga senang karena bisa berkomunikasi dengan perempuan yang sedang studi di jurusan Bahasa Inggris itu.

Secara fisik, memang tidak tampak perbedaan antara para mahasiswa asing dengan orang lokal Surabaya. Sama-sama Asia Tenggara.

Pattamawan pun merasa gembira karena bisa berinteraksi dengan bahasa Indonesia yang cukup ia kuasai.Mahasiswa Muslim asal Thailand hadir pada pelatihan enterpreneur di halaman sekolah SD Muhammadiyah 8 Surabaya, Kamis (7/12/2017). Selain itu acara yang dipadu dengan aksi panggung kemampuan siswa ini juga menggelar pembagian sembako gratis dan bazar sembako murah.

Mahasiswa Muslim asal Thailand hadir pada pelatihan enterpreneur di halaman sekolah SD Muhammadiyah 8 Surabaya, Kamis (7/12/2017). Selain itu acara yang dipadu dengan aksi panggung kemampuan siswa ini juga menggelar pembagian sembako gratis dan bazar sembako murah. (surya/habibur rohman)

Selain Pattamawan, ada juga Mayut Laydumchorn, Ziad Abusalae, dan Kittipot Trirattanamongkol.

Berbeda dengan Pattamawan yang duduk di semester 5, rekan-rekannya itu masih duduk di semester 1 dan 3. Mereka studi di jurusan pendidikan agama Islam.

Humas SD Muhammadiyah 8, Umar Haiq menjelaskan, kegiatan itu merupakan bagian dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh beberapa hari sebelumnya.

Mahasiswa Muslim asal Thailand hadir pada pelatihan enterpreneur di halaman sekolah SD Muhammadiyah 8 Surabaya, Kamis (7/12/2017). Selain itu acara yang dipadu dengan aksi panggung kemampuan siswa ini juga menggelar pembagian sembako gratis dan bazar sembako murah. (surya/habibur rohman)

Dia mengajak para mahasiswa muslim untuk terlibat di sekolah bersama siswa. Terutama para mahasiswa asing.

”Supaya tahu suasana dan ikut merayakannya,” katanya.

Tak hanya itu. Umar menyebut, yang tidak kalah penting adalah mengajak para siswa untuk tidak takut ketika berinteraksi dengan orang lain.

Mahasiswa Muslim asal Thailand hadir pada pelatihan enterpreneur di halaman sekolah SD Muhammadiyah 8 Surabaya, Kamis (7/12/2017). Selain itu acara yang dipadu dengan aksi panggung kemampuan siswa ini juga menggelar pembagian sembako gratis dan bazar sembako murah.

Mahasiswa Muslim asal Thailand hadir pada pelatihan enterpreneur di halaman sekolah SD Muhammadiyah 8 Surabaya, Kamis (7/12/2017). Selain itu acara yang dipadu dengan aksi panggung kemampuan siswa ini juga menggelar pembagian sembako gratis dan bazar sembako murah. (surya/habibur rohman)

Berkomunikasi dengan para mahasiswa asing bisa membiasakan para siswa untuk menghadapi tantangan dunia global.

”Kami aplikasikan di pembelajaran bahasa Inggris dan juga berkenalan dengan bahasa Thailand,” jelasnya.

Berita Surabaya Awali Tahun Ajaran Baru, SD Muhammadiyah 8 Surabaya Buka Wakaf Alquran, Ini Tujuannya Rabu, 19 Juli 2017 09:48

klik…! New’s sdm8sby

Awali Tahun Ajaran Baru, SD Muhammadiyah 8 Surabaya Buka Wakaf Alquran, Ini Tujuannya

SURYA.co.id | SURABAYA – Mengawali tahun ajaran baru SD Muhammadiyah 8 membuka wakaf Alquran dari masyarakat dan siswa, Rabu (19/7/2017).

Hal ini menjadi salah satu bagian dari gerakan literasi Qurani yang digalakkan di sekolah yang berlokasi di Jalan Sutorejo Surabaya ini.

Umar Haiq, Wakil Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 8 mengungkapkan, Alquran yang dibawa siswa akan dipakai sebagai pegangan saat di sekolah.

Targetnya dalam satu semester bisa menghimpun 1000 Alquran.

“Jadi akan kami adakan pojok Alquran. Di setiap sudut sekolah ada Alquran yang bisa dibaca siapapun yang datang ke sekolah kami. Jadi wali murid sambil nunggu anaknya tidak hanya lihat gadget. Ini juga searah dengan program literasi Qurani,” jelasnya ditemui di sela penutupan Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) siswa kelas 1 dan penyambutan siswa kelas 2 hingga 6 di halaman sekolah, Rabu (19/7/2017).

Pembukaan wakaf ini juga dilakukan bersamaan dengan unjuk kebolehan dua siswa kelas 2 yang telah menghafal surat An Naba, yaitu Azka Fulvian (7) dan Alvaro Rafif Ferdinand (7).

Mereka merupakan perwakilan seluruh siswa kelas 2 yang telah menghafal juz ama.

“Setiap pagi hafalan, teman yang belum bisa baca Alquran juga sudah ada yang bisa baca. Seru kok,”ungkap Azka.

Upaya menghafal Alquran sudah menjadi kebiasaan siswa di SD Muhammadiyah 8 sejak awal masuk.

Setiap hari mereka diajari langsung cara menghafal secara berulang-ulang. Setiap pagi, Salat Dhuha, Salat Dhuhur dan sebelum pulang.Penerbangan merpati secara simbolis menyambut kedatangan siswa kelas 2 hingga kelas 6, sekaligus menutup kegiatan Pengenalan Lingkungan Sekolah PLS siswa kelas 1 SD Muhammadiyah 8 Surabaya, Rabu (19/7/2017).Penerbangan merpati secara simbolis menyambut kedatangan siswa kelas 2 hingga kelas 6, sekaligus menutup kegiatan Pengenalan Lingkungan Sekolah PLS siswa kelas 1 SD Muhammadiyah 8 Surabaya, Rabu (19/7/2017). (surya/sulvi sofiana)

Kegiatan yang diikuti seluruh siswa ini diakhiri dengan permainan drum siswa SD Muhammadiyah 8 dan penerbangan burung merpati.

Diharapkan siswa tidak terlalu kaget dengan kegiatan hari pertama di sekolah.

Berita Surabaya Siswa SD Ini Belajar Cara Gosok Gigi yang Benar, Tak Sekadar Menggosok agar Bebas Karies dan Lubang Jumat, 25 Agustus 2017 11:23

klik…! New’s Sdm8sby

SURYA.co.id | SURABAYA – Sebanyak 75 siswa kelas satu SD Muhammadiyah 8 Sutorejo Surabaya mengikuti kegiatan “Membiasakan Gosok Gigi Sejak Dini”, Jumat (25/8/2017) pagi.

Siswa SD Ini Belajar Cara Gosok Gigi yang Benar, Tak Sekadar Menggosok agar Bebas Karies dan Lubang

Sebelum mendapatkan pengarahan secara langsung dari Dinas Kesehatan Unit Puskesmas Kalijudan ada beberapa rangkaian kegiatan yang mereka jalani, seperti senam bersama serta sarapan dengan menu sehat.

Salah satu siswa Gio Danis Sasmita (6) mengaku senang dengan kegiatan khusus seperti ini, lantaran kegiatan belajar dilakukan di luar kelas.

“Senang karena bisa sarapan bersama teman-teman, terus dapat sikat gigi baru,” katanya lalu tertawa disambut teman-temannya, Jumat (25/8/2017).

Sofiatun Aini, Wali Kelas 1 SD Muhammadiyah 8 menuturkan, kegiatan ini bagian dari materi pembelajaran kurikulum 2013.

Selain pemberian materi di kelas, ada kegiatan praktek di luar kelas.

“Kurikulum 2013 ini kan memang bertema, tema kali ini adalah Merawat Tubuh. Kemarin kami sudah praktek cuci tangan, sekarang ganti membiasakan gosok gigi. Ada terapisnya sekaligus supaya anak-anak lebih jelas,” tambahnya.

Cegah Masalah Gigi

Ketut Aprini, Terapis Gigi Puskesmas Kalijudan yang bertugas memberikan pendampingan menuturkan, kegiatan kolaborasi (sekolah dan Dinas Kesehatan) memang diperlukan.

Pasalnya petugas bisa memantau secara langsung kondisi gigi anak-anak di sekolah.

Pemeriksaan gigi tiap siswa biasanya berlangsung setelah praktek sikat gigi bersama.

“Beberapa masalah yang biasanya kami temui adalah gigi tetap yang tumbuh, sementara gigi susu belum tanggal, sehingga terjadi penumpukan. Atau gigi berlubang. Biasanya kami komunikasikan pihak sekolah untuk segera dicabut ke Puskesmas terdekat,” terangnya.

Ketut melanjutkan, di samping praktek sikat gigi bersama pihaknya juga menjelaskan, pentingnya mengetahui cara tepat menggosok gigi.

“Kalau tidak tepat cara menggosok gigi, akan berdampak pada gigi misalnya berlubang dan timbul karies. Pun berdampak pada gusi,” tambahnya.

Ketut mencontohkan cara menggosok gigi yang tepat dan benar adalah menggosok gigi bagian depan dengan gerakan naik turun sebanyak 8 kali.

Untuk gigi di area pipi dengan gerakan memutar. Sementara untuk permukaan gigi dengan cara maju-mundur.

Mobil Listrik SMK Muhammadiyah Suryawangsa 2 Dibuat Manual

|

  • Share on Facebook
  • Share on Twitter
  • Share on Google

Mobil listrik SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi Suryawangsa 2 dibuat manual (Foto: Santo/Okezone)

Mobil Listrik SMK Muhammadiyah Suryawangsa 2 Dibuat Manual

SURABAYA – Mobil listrik produksi siswa SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Suryawangsa 2, sebagian besar dibuat menggunakan tangan.
Sekira 90 persen komponen mikrobus listrik bertenaga surya itu juga sudah dibuat sendiri oleh tim dari SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi. Hanya beberapa suku cadang yang dibeli dan diimpor.
Kepala tim pembuatan Suryawangsa 2, Achmad Muhtadi, menjelaskan, komponen seperti baterai, velg, dan suspensi, harus dibeli. Sementara bagian lainnya dibuat secara mandiri oleh tim.
“Sebagain besar hand made dari tim di SMK 7 Gondanglegi, termasuk bodi dibuat secara manual,” tutur Muhtadi, kemarin.
Ia menjelaskan, lapisan bodi mobil menggunakan bahan galvanis setebal 0,8 milimeter. Untuk energi, mobil berkapasitas lima tempat duduk itu menggunakan baterai yang disusun secara seri sebanyak 48 volt, daya yang dihasilkan (peak power) sebanyak 168 ampere.
Sistem mekanik yang dipakai drive train direct couple-front axle. Suspensinya masih menggunakan independent double wisbbhone baik untuk roda belakang maupun depan.

Mobil listrik ini berdimensi, panjang 3.500 milimeter, lebar 1.600 milimeter, tinggi 2.200 milimeter, dengan panjang wheelbase 3.000 milimeter. Sementara, berat kosongnya 850 kilogram.

Menurut Muhtadi kapasitas penumpang di mikrobus bisa ditambah, namun juga harus menambah kapasistas baterai.

“Saat mendung menggunakan tenaga baterai namun jika panas menggunakan solar cell. Tingkat efisiensi penyimpanan hingga 20 persen. Makanya kami sebut mobil hybrid karena menggunakan baterai dan tenaga surya,” jelasnya.

(ton)

Jangan Salah Pilih Sekolah untuk Anak

KOMPAS.com – Tahun ajaran baru masih akan dimulai beberapa bulan lagi. Namun, kesibukan memilih sekolah yang tepat untuk anak sudah dimulai bahkan sejak bulan November tahun lalu. Open house sekolah untuk menarik minat orangtua dan anak bergantian digelar setiap pekan.

Anda sebagai orangtua tentu juga tak ingin sembarangan mencari sekolah untuk sang buah hati. Pasalnya, memilih sekolah yang tepat, terutama taman kanak-kanak (TK) dan sekolah dasar (SD), merupakan “investasi jangka panjang” bagi masa depan anak-anak.

Berbagai pilihan pun disuguhkan di depan mata. Kali ini, pilihan tak cuma soal biaya dan jarak tempuh seperti yang dilakukan orangtua kita dulu saat kita kecil. Di kota-kota besar, pilihan tak sesederhana itu lagi meski keduanya juga tetap menjadi faktor pertimbangan utama.

Anda tak lagi hanya mendengar nama sekolah negeri dan sekolah swasta. Kita kian sering mendengar ragam sekolah, seperti sekolah unggulan, sekolah internasional, sekolah berbasis agama, sekolah dengan asrama, sekolah alam, sekolah bilingual, atau kombinasi antara dua dan tiga kategori ini. Lantas, mana yang harus dipilih?

Psikolog dan pengamat pendidikan anak, Seto Mulyadi, mengatakan bahwa saat ini muncul berbagai macam sekolah dengan metode pengajaran yang beragam pula. Ini membuat pertimbangan orangtua untuk memilih sekolah tidak lagi sederhana.

Pria yang akrab dipanggil Kak Seto ini mengatakan, ragam sekolah yang muncul sebenarnya bermaksud mencoba menjawab harapan orangtua yang tidak terpenuhi dari sekolah publik yang sudah ada sebelumnya. Pada umumnya, sekolah-sekolah alternatif baru itu menawarkan konsep yang sama, yaitu mengedepankan kemampuan verbal anak dan mengasah kreatifitas anak.

Namun, Kak Seto mengingatkan untuk tidak teriming-imingi promosi program unggulan ini dan itu di suatu sekolah. Menurutnya, di tengah tawaran-tawaran yang menggiurkan, orangtua harus memegang prinsip ini dalam mengambil keputusan.

“Para orang tua harus memilih sekolah untuk anak, bukan anak untuk sekolah. Ini yang utama dan penting bagi orang tua,” kata Kak Seto kepada Kompas.com, Sabtu (12/1/2013).

Kak Seto mengatakan, orangtua bisa menekan kemungkinan dampak anak menjadi enggan bersekolah atau school-phobia. Kenali kebutuhan anak Anda dan carilah sekolah yang membuat anak bisa belajar dengan menyenangkan dan tidak stres. Anak pun perlu dilibatkan dalam mencari sekolah.

Selain itu, jangan paksakan anak bersekolah bila belum cukup umur. Seperti dikatakan psikolog anak, Roslina Verauli, pertimbangkan usia dalam memutuskan anak sudah perlu pendidikan formal atau belum.

Anda mungkin melihat anak sudah lebih cerdas daripada anak seusianya sehingga merasa perlu menyekolahkannya. Namun, bisa jadi itu bukan pertimbangan yang baik untuk masa depannya.

Simak seri tulisan dalam topik “Pilih-pilih Sekolah untuk Anak” di Kompas Edukasi. Kita mulai dengan apa saja kriteria sekolah yang perlu masuk dalam pertimbangan Anda.

Apa saja? Baca artikel ‘Pilih Sekolah yang Tepat, Apa Saja Pertimbangannya?

Berita terkait, baca :  PILIH SEKOLAH YANG TEPAT UNTUK ANAK

Tak mau ketinggalan informasi seputar pendidikan dan beasiswa? Yuk follow Twitter @KompasEdu!